Boneka Tali Show Ala Yatno

Jakarta (SEKEDARLIWAT News) -Pen-Pineapple-Apple-Pen  seolah menyambut senja di pelantaran Museum Fatahillah, Jakarta Barat. Gerobak dengan genset dan sound system 1.000 Watt membuat lagu yang dipopulerkan Kosaka Daimao penyanyi lihai dari negeri sakura itu kencang terdengar. Tujuh boneka menari mengikuti irama lagu tersebut. Mereka digantungkan pada tuas-tuas yang terhubung ke boneka sehingga mainan itu dapat bergerak. Tujuh boneka tersebut seolah-olah melakukan pertunjukan musik lengkap dengan kostum dan aksesoris mainan seperti gitar, bass dan drum.

"Ide sendiri, dirakit sendiri, belajar sendiri, waktu itu modalnya enam juta setengah," Kata pria tersebut, Yatno (72).


Yatno juga mengikuti tren musik dan tarian yang sedang populer dalam melakukan pertunjukan boneka talinya. Ia mengatakan, setahun lalu bonekanya dimainkan dengan irama lagu dari tarian joged cesar yaitu buka dikit joss, saat ini dia menggunakan  lagu "Pen-Pineapple-Apple-Pen" yang sangat viral di kalangan media sosial. Unikanya untuk mempelajari gerakan joged tersebut, bapak enam anak ini belajar dari youtube.


"Kadang saya lihat dari televisi apa yang lagi populer, terus saya lihat dari youtube buat dipelajari," jelas Yatno saat diwawancarai pada Selasa (16/5) sore di kawasan Kota Tua, Jakarta Utara.


Yatno juga merasa bangga ketika pertunjukan boneka talinya sudah berada di situs youtube, Beberapa kali ia mengatakan " coba deh liat saya di  youtube." Bapak asal Padang, Sumatera Barat, yang bertempat tinggal di Klender, Jakarta Timur ini mengaku dalam sehari dapat mengantongi tujuh puluh lima sampai seratus ribu rupiah dan dua ratus ribu di akhir pekan hasil dari pemberian sukarela para penonton pertunjukanya. Biasanya Yatno membuka pertunjukan boneka tali pada pukul 3 sore di sudut yang menghadap museum Fatahillah. 

Tidak sulit untuk dicari karena hanya gerobak milik Yatno yang memutar musik dan dikerumuni pengunjung, terutama anak anak kecil. Pria yang sudah menekuni boneka tari selama 2 tahun ini mengatakan terkadang ia rindu dengan profesi sebelumnya sebagai pengamen bis kota yang menggunakan gitar.


"Tapi tidak tiap hari, kadang saya rindu ngamen di bis kota, keyboardnya juga masih ada," Kata Yatno. "Pengen main gitar buat iringi boneka ini, tapi tangan saya kan hanya dua," Tutupnya.

Komentar

Postingan Populer